RENUNGAN DI AKHIR TAHUN

Dulu…… entah berapa tahun yang lalu……
Pernah kutersentak oleh sebuah lagu….
Lagu….bahwa Engkau mencintai dan memanggilku….
Dan dengan kasih yang membara di kalbu….
Kuikrarkan janji setiaku di altarMu….
seraya melangkah pasti di sepanjang jalan panggilanku….
Di bawah panji serviam dalam pelayanan keseharianku…
IRONISNYA NAFAS KEHIDUPAN

Di keheningan pagi yang senyap ini,
Pikiranku berkelana di kelamnya lorong-lorong kehidupan
Mencari jawab atas hadirMu di dunia malam
Lantaran aku tak habis heran…
Benarkah Kau ada di mana-mana…?
Juga di tempat-tempat di mana tiada iman, tiada harapan..?
PERCAKAPAN PAGI DENGAN YESUS

Yesus,…Engkaukah itu……...
Yang bicara lewat lengking camar yang pulang kandang
Sambil menari di atas kelepak ombak di bibir pantai ?
Engkaukah itu….
Yang bercanda dengan angin di pucuk dedaunan hutan ?
Yang melengkung di tepi pelangi pagi hari ?
SENANDUNG CINTA DI KANA

Dulu…..lebih dari dua ribu tahun yang lalu…
Di sebuah desa …di Kana, ada perhelatan sebuah pernikahan
Lihatlah,hiruk pikuknya para undangan yang lalu lalang
Sambil menikmati berbagai macam hidangan
Teguk demi teguk anggur merah menyemarakkan suasana
Semua orang bergembira dan berbahagia tanpa beban...
LANGKAH PERTAMA SANG GEMBALA

Penolakan dan ancaman di kampung halamanNya
Telah menyeret kaki Yesus sampai ke Genesaret,
Danau berbentuk harpa dengan berbagai nama :
Galilea, Tiberias, Genesaret dan Kinneret…
KISAH KASIH PARA LASKAR TUHAN

Mendung tebal menggelayut di atap kotaku..
Menyelimuti seri mentari yang batal bersinar pagi ini…
Mengantarkan suasana sendu di sudut kalbu
Dan memporak-porandakan gereget harapan di sebongkah awan…
Dan menghalangi lantunan puji-pujaku
Yang tinggal hanya seberkas kesah yang resah…
Lantaran murung kental tergantung di semilir bayu….
HATI KUDUS YESUS

Hari ini kita peringati
Hati Kudus Sang Putera Ilahi
Yang telah terluka karena cintanya pada kita
Agar kita semua juga berbagi cinta
Tanpa melihat siapa dan di mana….
HARTA BERHARGA DI GUA QUMRAN

Tengah hari tatkala kami tiba di Qumran….
Daerah bekas markas besar para pertapa …
Yang hidup di gua dan amat ketat bermati-raga….
Matahari sedang berada tepat di atas ubun-ubun kepala….
Udara mendidih…tak bergerak di bawah tenda…
Panas menyengat,….. tubuh berkeringat….
CINTA DI HARI PERTAMA

Kesejukan pagi di hari perdana tahun ini…
Menghalau jauh awan kelam bekas hujan semalam
Sinar mentari mulai cerah berseri…
Menghantarkan kehangatan yang merambah di hati…
Siap menyambut hari di gerbang kencana pagi pertama….
Yang datang bersama panji iman dan cinta….
KIDUNG PERDAMAIAN SANG BUNDA

Tatkala sang surya lenyap ditelan bumi,
Aku terduduk diujung lelahku hari ini,
Sambil menguak serangkai makna yang terucap
Dari bibir indah bunda kita, Maria
Yang meluap dari hati bening penuh kasih
Tentang kidung perdamaian, dalam nada-nada cinta
lantunan lembut sang bunda…
“Magnificat…..magnificat….magnificat anima mea…..”
CINTAKU BERSEMI KEMBALI DI TAMAN GETSEMANI

Dulu... pernah aku tersentak oleh sebuah lagu...
Lagu cinta yang mengundangku datang...
Lagu yang berkobar membakar sukma...
Dengan dendang cinta bergemuruh di dada...
Dalam kepasrahan yang tak usah dipertanyakan...
Melangkah pasti di lorong kehidupan...
Dengan panji harapan menatap masa depan...
WARTA NATAL DI PADANG GEMBALA

Perlahan malam mulai merayap di padang
Menyisakan hangatnya mentari di hamparan
Para gembala telah lama hanyut dalam buaian
Sambil berdiang ditengah-tengah kawanan
Diiringi alunan seruling di kejauhan
Sekonyong-koyong warta gembira menggema
Dikesunyian padang yang senyap membahana
Jauh dari semaraknya kerlap-kerlip aneka warna
Dari kemewahan pesta dan hiasan lampion di kota
|